Semoga semua mahkluh berbahagia Link text here

Arrow up
Arrow down
Kelinci adalah ciptaan Tuhan juga, semestinya hidup bebas, namun ketika kita mengkandangkannya, seharusnya dapat menikmat hidup menyenangkan seakan bebas di alam habitanya ------ Mencari KAWAN mahasiswa yang berniat mandiri untuk berkegiatan di peternakan kelinci dan atau pet animal lainnya, ada kamar kosong FREE bisa untuk 2-4 orang, ada rumah kosong bisa untuk 4-6 orang FREE, sambil berkegiatan ada fasilitas GRATIS dapat uang, sangat cocok untuk yang mempunyai visi kewirausahaan dan etos kemandirian, lokasi dekat dengan kampus undip atleast 15 menit, MINAT hubungi kami via call 0858.7557.5557 (no-sms)
Sekilas Kelinci Hias Semarang Bermula dari kecintaan terhadap hewan peliharaan dan kegemaran dalam memelihara "peliharaan rumah", memilih, menimbang... Read more
Budidaya Kelinci Menggunakan Pakan Limbah BUDIDAYA KELINCI MENGGUNAKAN PAKAN LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF C.M. Sri Lestari, E.... Read more
Budidaya Ternak Kelinci Budidaya Ternak Kelinci Berikut ini adalah serba-serbi budidaya ternak kelinci dimulai dengan sejarah singkat ternak... Read more
Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan... Read more
Rekomendasi Komposisi Bahan Pembuatan Pelet Kelinci Berikut ini adalah rekomendasi komposisi bahan-bahan pembuatan pelet kelinci untuk berbagai tujuan dan kesehatan... Read more
Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya Keberhasilan dalam beternak kelinci salah satunya adalah bagaimana pencegahan... Read more
Hadiah Rutin Hadiah Rutin kami berikan kepada anak-anak usia maksimal SD yang berulang tahun dan terdaftar di fanpage KIAS, kami... Read more
Lokasi Ternak Menunggu informasi selanjutnya... dalam update karena ada perombakan kandang besar-besaran, kandang yang semula... Read more
   

Menu Komersial  

   

Kandang Kelinci  

   

Yahoo Messenger  

Simpati : 08122.9090996
Three: 0898.5777.494
Mentari: 0858.7557.5557
XL: 0877.00070.464
   

IKLAN KANMA

   

Sayangi Binatang  


   

Terbaru  

img_20141230_081816
Holand Lop Black
Rp1.500.000
azolla
Azolla
Rp30.000
ovita7
Ovita
Rp20.000
flop des
Anakan Fuzylop
Rp125.000
   

Sedang Online  

We have 21 guests and no members online

   

Peta Lokasi  

   
  • slid4
  • kanma1
   
   
   

BUDIDAYA KELINCI MENGGUNAKAN PAKAN LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF

C.M. Sri Lestari, E. Purbowati dan T. Santoso Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang

ABSTRAK

cuci tanganPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penampilan produksi dan feed cost per gainkelinci yang dibudidayakan menggunakan limbah industri pertanian. Materi penelitian yang digunakan adalah 21 ekor kelinci Vlaamse Reus betina yang berumur 4 bulan dengan rata-rata bobot badan awal 1.488,09 + 129,56 g (CV = 8,71%). Kelinci-kelinci tersebut diberi tiga perlakuan pakan mengikuti pola rancangan acak lengkap. Perlakuan pakan yang diterapkan yaitu T1 = rumput lapangan + ampas tahu, T2 = rumput lapangan + ampas tahu dan bekatul, dan T3 = rumput lapangan + bekatul dan konsentrat komersial. Pakan tersebut disusun secara isoprotein. Data konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan yang diperoleh dianalisis ragam, sedangkan feed cost per gaindianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan yang diberikan mempengaruhi konsumsi pakan (P<0,05), tetapi tidak mempengaruhi PBBH dan konversi pakan. Rata-rata konsumsi pakan perlakuan T1, T2 dan T3 berturut-turut 165,05; 157,53 dan 151,85 g/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian yang diperoleh adalah T1 = 31,93; T2 = 30,53 dan T3 = 33,95 g/ekor, sedangkan konversi pakan masing-masing 5,17 ; 5,16 dan 4,47 untuk T1, T2 dan T3. Feed cost per gainuntuk masing-masing perlakuan sebesar Rp. 5.543,08/kg (T1), Rp. 6.911,63/kg (T2) dan Rp. 7.000,46/kg (T3). Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa limbah industri pertanian dapat digunakan sebagai pakan kelinci untuk menghasilkan produktivitas yang setara dengan konsentrat komersial dan menurunkan biaya pakan sebesar 20,82% sehingga cocok sebagai alternatif usaha dalam pemberdayaan petani miskin.

Kata kunci : Budidaya, kelinci, limbah industri pertanian

PENDAHULUAN

Sudah sejak lama (sekitar 20 tahun yang lalu), kelinci dipromosikan sebagai salah satu ternak alternatif untuk pemenuhan gizi (khususnya protein hewani) bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak yang kekurangan gizi . Hal ini karena ternak kelinci dapat dijadikan alternatif sumber protein hewani yang bermutu tinggi, dagingnya berwarna putih dan mudah dicerna. Kelebihan kelinci sebagai penghasil daging adalah kualitas dagingnya baik, yaitu kadar proteinnya tinggi (20,10%), kadar lemak, cholesterol dan energinya rendah (Diwyanto et al., 1985), sedangkan menurut Ensminger et al. (1990), daging kelinci berwarna putih, kandungan proteinnya tinggi (25 %), rendah lemak (4%), dan kadar cholesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg (Raoet al.dalam Sartika , 1995).

Menurut Farrel dan Raharjo (1984), kelinci menjadi ternak pilihan karena pakannya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, maupun ternak industri yang intensif. Kelinci juga tumbuh dengan cepat, dan dapat mencapai bobot badan 2 kg atau lebih pada umur 8 minggu, dengan efisiensi penggunaan pakan yang baik pada ransum dengan jumlah hijauan yang tinggi..

Kombinasi antara modal kecil, jenis pakan yang mudah dan perkembangbiakannya yang cepat, menjadikan budidaya kelinci masih sangat relevan dan cocok sebagai alternatif usaha bagi petani miskin yang tidak memiliki lahan luas dan tidak mampu memelihara ternak besar. Di negara sedang berkembang, kelinci dapat diberi pakan hijauan yang dikombinasikan dengan limbah pertanian dan limbah hasil industri pertanian (Sitorus et al., 1982 dan Diwyanto et al., 1985). Limbah industri pertanian seperti ampas tahu dan bekatul dapat digunakan sebagai pakan konsentrat untuk kelinci dan banyak terdapat di lingkungan masyarakat Indonesia.

Ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pemeliharaan ternak. Keberhasilan usaha pemeliharaan ternak banyak ditentukan oleh pakan yang diberikan disamping faktor pemilihan bibit dan tata laksana pemeliharaan yang baik. Agar kelinci dapat berproduksi tinggi, maka perlu dipelihara secara intensif dengan pemberian pakan yang memenuhi syarat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Menurut Ensminger et al.(1990), pakan kelinci dapat berupa hijauan, namun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup, sehingga produksinya tidak akan maksimum, oleh karena itu dibutuhkan pakan konsentrat.

Kendala penggunaan konsentrat pabrik adalah harganya yang mahal sehingga memberatkan petani peternak, karena biaya pakan sekitar 70% dari total biaya produksi. Seiring dengan peningkatan kebutuhan pangan untuk manusia, maka limbah industri hasil pertanian pun semakin banyak dan dapat menjadi alternatif penyediaan bahan pakan ternak yang potensial termasuk kelinci.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kelinci dengan pakan rumput lapangan dan berbagai konsentrat yang berasal dari limbah industri pertanian (ampas tahu dan bekatul) yang dibandingkan dengan penggunaan konsentrat pabrik. Selain itu, juga untuk mengetahui feed cost per gainkelinci dengan pakan tersebut sehingga dapat direkomendasikan alternatif usaha budidaya kelinci dengan pakan limbah industri pertanian bagi petani miskin.

MATERI DAN METODE

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tampir Kulon, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang selama 16 minggu. Sebanyak 21 kelinci Vlaamse Reusbetina umur 4 bulan dengan bobot badan awal 1.488,09+129,56 g (CV = 8,71%), digunakan dalam penelitian pola Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan ransum, yaitu T1 = rumput lapangan + ampas tahu, T2 = rumput lapangan + ampas tahu dan bekatul, dan T3 = rumput lapangan + bekatul dan konsentrat komersial. Bahan pakan tersebut disusun secara isoprotein sesuai dengan kebutuhan ternak kelinci menurut Cheeke et al.(1982). Kandungan nutrisi bahan pakan penelitian terdapat pada Tabel 1, sedangkan komposisi dan kandungan nutrisi pakan penelitian dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Bahan Pakan Penelitian

Bahan Pakan

BK

Kandungan Nutrisi dalam 100% BK

Abu

PK

LK

SK

BETN

————————————- (%) —————————

Rumput lapangan

31,26

10,68

13,11

5,40

30,23

40,58

Konsentrat

78,93

6,86

25,94

8,26

4,71

54,23

Ampas tahu

10,14

4,53

22,23

2,55

29,77

40,92

Bekatul

83,05

46,23

9,67

6,78

26,88

40,44<!--[if !supportMisalignedColumns]-->

             

<!--[endif]-->

Keterangan: BK = bahan kering, PK = protein kasar, LK = lemak kasar, SK = serat kasar dan BETN = bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Tabel 2. Komposisi dan Kandungan Nutrisi Pakan Penelitian

Komposisi dan Kandungan Nutrisi Pakan

Perlakuan

T1

T2

T3

————————- (%) ———————

Komposisi Pakan

     

- Rumput lapangan

68,30

60,00

60,00

- Ampas tahu

31,70

33,95

0

- Bekatul

0

6,05

13,81

- Konsentrat komersial

0

0

26,20

       

Kandungan Nutrisi

     

- Bahan Kering

24,56

27,21

50,88

- Protein Kasar

16,00

16,00

16,00<!--[if !supportMisalignedColumns]-->

       

<!--[endif]-->

Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang bertingkat sistem bateray yang terbuat dari bilah-bilah bambu dan sekat kandang dari kawat “strimen”. Ukuran petak kandang adalah panjang 70 cm, lebar 60 cm dan tinggi 60 cm. Kandang tersebut ditempatkan dengan ketinggian 80 cm dari tanah. Masing-masing petak kandang dilengkapi dengan tempat pakan rumput berbentuk V dari bilah-bilah bambu, tempat konsentrat dan air minum berbentuk mangkok dari tanah liat serta tempat garam dari bambu dengan ukuran panjang 20 cm dan diameter 3 cm. Di bawah petak kandang dipasang plastik untuk menampung sisa pakan yang tercecer.

Penelitian dibagi dalam 4 (empat) tahap, yaitu tahap persiapan (2 minggu), adaptasi (2 minggu), pendahuluan (2 minggu) dan pengambilan data (10 minggu). Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan adalah persiapan kandang, alat-alat penelitian, bahan pakan penelitian, dan pemberian obat cacing, obat coccidiosis, obat anti stres dan desinfektan pada kelinci. Pada tahap adaptasi, ternak diberi pakan yang akan dicobakan secara bertahap untuk membiasakan kelinci mengkonsumsi bahan pakan tersebut. Tahap pendahuluan dimulai dengan pengacakan kelinci terhadap penempatan dalam kandang dan perlakuan pakan penelitian. Pada akhir tahap pendahuluan dilakukan penimbangan bobot badan untuk mengetahui bobot badan awal kelinci penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengamatan adalah pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan ternak, penimbangan sisa pakan setiap hari dan penimbangan kelinci setiap 15 hari sekali untuk menyesuaikan kebutuhan pakannya. Pakan diberikan 3 kali sehari, yakni pukul 08.00 WIB sepertiga bagian konsentrat, pukul 11.00 WIB sepertiga bagian rumput lapangan, dan pukul 16.30 duapertiga bagian konsentrat dan rumput lapangan. Pemberian garam dan air minum secara ad libitum.

Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan (BK dan PK), pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi pakan dan feed cost per gain (FC/G). Konsumsi BK dihitung dengan menyelisihkan jumlah pakan yang diberikan dengan jumlah pakan yang tersisa dikalikan kadar BK pakan tersebut. Konsumsi PK diketahui dengan mengalikan kadar PK pakan tersebut dengan konsumsi BK-nya. Pertambahan bobot badan harian dihitung dengan menyelisihkan bobot badan akhir dengan bobot badan awal dibagi lama waktu pengamatan. Konversi pakan dihitung berdasarkan jumlah BK yang dikonsumsi dibagi pertambahan bobot badan selama waktu pengamatan. Feed cost per gaindihitung dengan cara membagi jumlah biaya pakan yang dikonsumsi setiap hari dengan PBBH-nya.

Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam, kecuali FC/G dengan analisis diskriptif. Perbedaan yang terjadi diuji dengan uji wilayah ganda Duncan (Steel dan Torrie, 1991).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data konsumsi pakan, PBBH dan konversi pakan disajikan pada Tabel 3. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan yang diberikan mempengaruhi konsumsi pakan (P<0,05), tetapi tidak mempengaruhi PBBH dan konversi pakan.

Tabel 3. Konsumsi Pakan, PBBH dan Konversi Pakan Kelinci Penelitian

Parameter

T1

T2

T3

Konsumsi (g/ekor/hari)

     

- BK hijauan

56,86

59,79

111,91

- BK konsentrat

108,19

97,74

34,94

- BK total

165,05a

157,53b

151,85b

- PK total

18,92a

14,72b

14,18b

PBBH (g)

31,93a

30,53a

33,95a

Konversi Pakan

5,17a

5,16a

4,47a

Superskrip yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05

Konsumsi Pakan

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsumsi BK total kelinci yang mendapat pakan rumput lapangan dan ampas tahu (T1) lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan kelinci yang mendapat rumput lapangan, ampas tahu dan bekatul (T2) atau kelinci yang mendapat rumput lapangan, bekatul dan konsentrat (T3). Hal ini menunjukkan, bahwa ransum T1 lebih palatabel daripada ransum T2 dan T3. Selain itu, ransum T1 mengandung ampas tahu basah sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh kelinci dan dapat meningkatkan konsumsi BK total. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3, bahwa konsumsi konsentrat pada T1 (ampas tahu) lebih tinggi daripada T2 (ampas tahu dan bekatul) dan T3 (bekatul dan konsentrat komersial). Konsentrat komersial dengan bekatul bahkan tidak palatabel, yang ditunjukkan dengan konsumsi konsentrat yang paling rendah, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Menurut Aritonang dan Silalahi (1992), palatabilitas pakan pada ternak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal (kebiasaan, umur dan selera). maupun faktor eksternal (sifat pakan yang diberikan dan kondisi lingkungan). Lebih lanjut dijelaskan bahwa palatabilitas berkaitan dengan bau, rasa, dan tekstur yang dapat mempengaruhi selera makan. Cassady et al.(1971) menjelaskan bahwa kelinci mempunyai kemampuan yang tinggi untuk membau dan merasakan pakan yang tersedia serta sangat selektif terhadap pakan yang disukai. Menurut Parakkasi (1999), faktor yang dapat mempengaruh konsumsi pakan pada ternak adalah tingkat palatabilitas ternak terhadap pakan yang diberikan dan sifat fisik bahan pakan tersebut.

Konsumsi PK total kelinci dengan ransum T1 lebih tinggi (P<0,05) daripada ransum T2 dan T3. Konsumsi PK total kelinci ini seiring dengan konsumsi BK totalnya. Semakin tinggi konsumsi BK total, maka semakin tinggi pula konsumsi PK totalnya.

Pertambahan Bobot Badan Harian

Pertambahan bobot badan harian kelinci tidak dipengaruhi oleh perlakuan pakan. Menurut Tillman et al. (1998), faktor pakan sangat menentukan pertumbuhan, bila kualitasnya baik dan diberikan dalam jumlah yang cukup, maka pertumbuhannya akan menjadi cepat, demikian pula sebaliknya. Pada penelitian ini, konsumsi BK dan PK total yang lebih tinggi pada T1 belum dapat memberikan PBBH yang lebih tinggi pula. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan SK ransum dengan konsentrat berupa ampas tahu pada T1 lebih tinggi (29,77%), dibandingkan dengan konsentrat berupa bekatul (26,88%) atau konsentrat pabrik (4,71%), sehingga konsentrat yang dikonsumsi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan PBBHnya, tetapi banyak yang terbuang melalui feces. Sanford dan Woodgate (1981) menjelaskan bahwa apabila proporsi SK dalam ransum naik, maka daya cerna zat gizi pakan secara total turun. Dikemukakan oleh Cheeke (1987) bahwa kelinci memerlukan serat di dalam pakannya, bukan karena nilai gizinya, tetapi untuk mencegah enteritis. Rata-rata PBBH kelinci pada penelitian ini adalah 32,14 g.

Konversi Pakan

Konversi pakan hasil penelitian ini juga tidak dipengaruhi oleh perlakuan pakan. Hal ini berarti banyaknya pakan yang digunakan untuk meningkatkan per satuan PBBH kelinci relatif sama. Menurut Campbell dan Lasley (1985), konversi pakan dipengaruhi oleh kemampuan ternak dalam mencerna bahan pakan, kecukupan zat pakan untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan dan fungsi tubuh lain serta jenis pakan yang dikonsumsi. Meskipun konsumsi pakan pada penelitian ini dipengaruhi oleh perlakuan pakan (P<0,05), tetapi PBBH dan konversi pakannya tidak berbeda nyata (P>0,05). Hal ini kemungkinan karena kecernaan pakan yang dikonsumsi rendah sehingga ternak tidak mendapatkan cukup zat-zat pakan yang diperlukan untuk berproduksi yang lebih tinggi.

Pada Tabel 3 secara deskriptif terlihat ada kecenderungan pakan yang mengandung konsentrat pabrik mempunyai konversi pakan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Hal ini kemungkinan karena kadar SK ransum yang mengandung konsentrat pabrik lebih rendah sehingga ransum yang dikonsumsi lebih mudah dicerna dan lebih banyak zat pakan yang tersedia bagi ternak untuk berproduksi.

Feed Cost per Gain

Feed Cost per Gainadalah biaya pakan yang digunakan untuk meningkatkan 1 kg pertambahan bobot badan. Pada saat ini harga rumput lapangan adalah Rp 150,-/kg, ampas tahu Rp 300,-/kg, bekatul Rp 700,-/kg dan konsentrat Rp 3.500,-/kg. Hasil perhitungan FC/G hasil penelitian ini adalah Rp. 5.543,08/kg (T1), Rp. 6.911,63/kg (T2) dan Rp. 7.000,46/kg (T3). Pada perlakuan T1 ternyata menghasilkan FC/G yang paling baik. Hal ini karena pada perlakuan tersebut dapat menghasilkan FC/G yang terendah, artinya biaya pakan yang digunakan untuk meningkatkan 1 kg bobot badan ternak paling murah.

Apabila diasumsikan biaya pakan sebesar 70% dari total biaya produksi, maka biaya total yang dibutuhkan pada perlakuan T1 adalah Rp. 7.918,69/kg bobot badan. Harga kelinci Vlaamse Reus di pasaran saat ini adalah Rp. 20.000,-/kg bobot badan, sehingga pemeliharaan kelinci dengan pakan rumput lapangan dan ampas tahu dapat memberikan keuntungan sebesar Rp. 12.081,31/kg. Jika harga kelinci setelah digemukkan lebih tinggi daripada sebelum digemukkan karena kualitas dan kuantitas dagingnya berbeda, maka keuntungan yang akan diperoleh peternak akan lebih tinggi pula.

Pada tingkat petani peternak, rumput lapangan bisa didapatkan dengan mudah tanpa membeli sehingga hal ini dapat mengurangi biaya pakan. Hasil perhitungan FC/G pada kondisi seperti ini untuk perlakuan T1 menjadi Rp 4.848,79/kg. Akibatnya biaya total menjadi Rp. 6.926,84/kg, sehingga keuntungan per kg bobot hidup menjadi Rp. 13.073,16. Jadi keuntungan yang diperoleh dari pemeliharaan kelinci dengan ransum yang terdiri dari rumput lapangan dan ampas tahu di tingkat petani peternak lebih tinggi. Apabila rumput lapangan diberi harga Rp. 50,-/kg sebagai biaya tenaga kerja petani dalam mengambil, maka FC/G menjadi Rp. 4.961,75/kg, biaya total Rp. 7.088,21/kg dan keuntungan yang diperoleh menjadi Rp. 12.911,79/kg bobot badan.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah limbah industri pertanian dapat digunakan sebagai pakan konsentrat bagi kelinci untuk menghasilkan produktivitas yang setara dengan penggunaan konsentrat pabrik. Penggunaan konsentrat dari limbah industri pertanian untuk ternak kelinci dapat menurunkan biaya pakan sebesar 20,82% dibandingkan dengan penggunaan konsentrat pabrik, sehingga cocok sebagai alternatif usaha dalam pemberdayaan petani miskin.

DAFTAR PUSTAKA

Aritonang, D dan M. Silalahi. 1992. Ketercernaan nutrisi jagung, onggok, gaplek, ampas sagu, ampas bir, dan ampas tahu untuk babi. Majalah Ilmu dan Peternakan 5 (2):18

Cassady, R.B., P.B. Sawin, dan J.V. Dam. 1971. Commercial Rabbit Raising. United States Department of Agriculture, Washington D.C.

Campbell, J.R. dan J.F. Lasley. 1985. The Science of Animal that Serve Humanity. 2nd Ed., Tata McGraw-Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi.

Cheeke, P.R., N.M. Patton dan G.S Templeton. 1982. Rabbit Production. 5th Ed. The interstate Printers & Publisher, Inc., Danville.

Diwyanto, K., R. Sunarlin, dan P. Sitorus. 1985. Pengaruh persilangan terhadap karkas dan preferensi daging kelinci panggang. Jurnal Ilmu dan Peternakan 1(10):427-430.

Ensminger, M.E., J.E. Oldfield dan W.Heinemann. 1990. Feeds and Nutrition. 2nd Ed. The Ensminger Publishing Co., Clovis

Farrel, D.J. dan Y.C.Raharjo. 1984. Potensi ternak Kelinci sebagai Penghasil Daging. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Parakkasi, A., 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Sartika, T. 1995. Komoditi kelinci peluang agribisnis peternakan. Semianar Nasional Agribisnis Peternakan dan Perikanan pada Pelita VI. Media Edisi Khusus :397-398.

Sitorus, P., S. Soediman, Y.C. Raharjo, I.G. Putu Santoso, B. Sudaryanto dan A. Nurhadi. 1982. Laporan Budidaya Peternakan Kelinci di Jawa Barat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie, 1991. Principles and Procedures of Statistics. A Biometrical Approach. 2nd Ed., McGraw-Hill International Book Company, Tokyo.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

 

   
Hadiah Rutin
Hadiah Rutin

Hadiah Rutin kami berikan kepada anak-anak usia maksimal SD yang berulang tahun dan terdaftar di fanpage KIAS, kami berikan GRATIS kelinci dan pakan kelincinya 5kg (bisa untuk 3-6 bulan), kami berikan edukasi pula perihal ternak kelinci sehingga positif untuk aktifitas sampingan dan melatih kewirausahaan sejak usia dini. Caranya gampang kog cukup klik LIKE fanpage kami seperti tertera di bawah, kemudian pm ke kami kapan hari ulang tahunnya Anak, adik, keponakan atau saudara kecil kita (untuk sementara hanya berlaku bagi 5 yang pertama saja di tiap bulannya), bagi yang beruntung akan kami cantu [ ... ]

selengkapnya
Budidaya Ternak Kelinci
Budidaya Ternak Kelinci

Budidaya Ternak Kelinci Berikut ini adalah serba-serbi budidaya ternak kelinci dimulai dengan sejarah singkat ternak kelinci, sentra  budidaya ternak kelinci, jenis-jenis ternak kelinci, manfaat ternak kelinci, persyaratan lokasi budidaya ternak kelinci,  pedoman teknis budidaya ternak kelinci, hama dan penyakit ternak kelinci dan lain-lain. 1. SEJARAH SINGKAT Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena ke [ ... ]

selengkapnya
Rekomendasi Komposisi Bahan Pembuatan Pelet Kelinc...
Rekomendasi Komposisi Bahan Pembuatan Pelet Kelinci

Berikut ini adalah rekomendasi komposisi bahan-bahan pembuatan pelet kelinci untuk berbagai tujuan dan kesehatan kelinci:

Komposisi pelet kelinci tanpa rumput (Untuk yang sulit mendapatkan bahan baku rumput) Ampas tahu 50% Bekatul 40% Tepung jagung giling 9% Mineral ( garam yodium ) 0,5% Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5% Komposisi pelet kelinci dengan rumput Bungkil kelapa 9% Bekatul 50% Tepung jagung giling 10% Bungkil keledai 20% Rumput kering 10%

selengkapnya
Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya
Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya

Penyakit Kelinci dan cara mengobatinya Keberhasilan dalam beternak kelinci salah satunya adalah bagaimana pencegahan terjadinya penyakit dan pengobatannya. Dibawah ini beberapa penyakit yang menimpa kelinci dan pencegahan dan pengobatannya .

A. Luka
Penyebabnya : macam luka disini karena digigit tikus, kucing , anjing atau terkena benda tajam lainnya.§
Pencegahan : tempatkan kelinci pada tempat yang aman dari gangguan§ predator ( tikus, kucing atau anjing dan kandang yang aman dari benda tajam ( kawat yang putus atau alas ataupun didinding kandang yang rusak ) ataupun kelinci yang diumbar [ ... ]

selengkapnya
Budidaya Kelinci Menggunakan Pakan Limbah
Budidaya Kelinci Menggunakan Pakan Limbah

BUDIDAYA KELINCI MENGGUNAKAN PAKAN LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF C.M. Sri Lestari, E. Purbowati dan T. Santoso Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penampilan produksi dan feed cost per gainkelinci yang dibudidayakan menggunakan limbah industri pertanian. Materi penelitian yang digunakan adalah 21 ekor kelinci Vlaamse Reus betina yang berumur 4 bulan dengan rata-rata bobot badan awal 1.488,09 + 129,56 g (CV = 8,71%). Kelinci-kelinci tersebut diberi tiga perlakuan pakan mengikuti pola rancangan aca [ ... ]

selengkapnya
Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula
Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula

Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat raw [ ... ]

selengkapnya
Perombakan Kandang
Perombakan Kandang

Project saat ini adalah pembuatan kandang-kandang galvanis tanpa frame dengan ketebalan kawat 2-3mm, sebelumnya kami membuat kandang ternak dengan frame aluminium dan ram kawat galvaniz, namun karena karena terlalu memerlukan waktu yang relatif lama, maka kami membuat kandang dengan frame aluminium sebagai alternatif saja untuk dijual kembali, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan internal kandang kami menggunakan kandang tanpa frame, info selanjutnya dan foto-foto menyusul

selengkapnya
Tempat Pakan
Tempat Pakan

Dalam rangka perombakan kandang dari kandang aluminium dengan frame ke kandang galvanis, sekalian membuat sendiri tempat pakan dari akrilik transparan sehingga  isi pakan terpantau dari luar, tempat pakan ini cukup praktis sehingga memudahkan anak kandang memberikan pakan tanpa membuka menutup pintu utama       status belum jadi, akan bersambung dengan update foto-foto selanjutnya setelah jadi dan terpasang di kandang, yach ...akhirnya melalui percobaan panjang, motong akrilik bekas patah sekali dua kali, finally bisa juga, lumayan untuk hasil percobaan pakai akrilik beka [ ... ]

selengkapnya
   
   

News Flash  

Trendy:
   

Pengiriman Order  

Mr. Agus/Novi--Botol Minum--Jl.Demok ...Ngunut   Tulungagung --Via Dakotacargo No.Resi: 0000001020889

Mr. Alif M--Biji Rumput--Jl.Merbabu RT.16/RW... Kroya   Cilacap --Via JNE No.Resi: 1719641130005

Mr. Gagadi Firgananto --Kandang Kelinci --Jl.Karangluhur RT-02/RW...Kalianget    Wonosobo  --Via Dakotacargo No.Resi: 00000010883500

Mrs. Marta--Suplemen--Jl.Cemapaka Putih Barat XI RT-01/RW..  Jakarta Timur --Via JNE No.Resi: 1537354010007

Mr. David O--Suplemen--Jl.Plano indah, Desa Pagar baru, Pesisir tengah, Kruwi, Lampung Barat   Bandarlampung --Via JNE No.Resi: 1632205780006

Mrs. Tita C--Vitamin--Jl.Kelapa Sawit III No...RT01 utan kayu Selatan  Jakarta Timur --Via JNE No.Resi: 16745191500007

Mr. Sodikin--Botol Minum--Polres Sintang Jl.Dr. Wahidin Sudirohusodo No..Kab. Sintang  Sintang --Via JNE No.Resi: 1566290470002

Mr. Emir Joyusha--Alat Suntik--Jl. Tanjung Raya 2 Gang Mutiara  Pontianak --Via JNE No.Resi: 1641108620005

Mr. Budi P--Vitamin--Jl. Raden saleh Studio Alam TVRI RT.02/RW...   Depok  --Via JNE No.Resi: 1623754320003

Mr. Mersiadi--Vitamin--Jl. Letnan Mukandadr gang Anggrek, RT06/RW...Lahat  Lahat  --Via JNE No.Resi: 1730039650004

Mr. Eduyu Kartawinata--Gunting Medis--Komplek Depo Depdikbud Blok A3/ ... Pejaten Barat, Pasar Minggu  Jakarta --Via JNE No.Resi: 1696390080006

Mr. Yuswardi--Vitamin--Jl. Bunga Lely No ..  Malang --Via JNE No.Resi: 1623761570002

Mr. Sugeng Prawoto -- Obat Kelinci --PT. Pertamina EP, Jl. Pulau Ligitan No.1   Tarakan --Via JNE No.Resi: 100029415111

Mr. Mochtar Shidiq -- Sentrat Kelinci -- Jl.Pakijangan No.... RT.01/RW..Pakijangan Bulakamba   Brebes  --Via JNE No.Resi: 1566305900005

Mr. Totok --Vitamin-- Kota Harapan Indah Cluster Aralia Blok HY 28 No...  Bekasi Utara   Bekasi  --Via JNE No.Resi: 1652592890003

Mr. Tri suryadi -- Vitamin--Jl.BTN  Minasa Indah C/7 Sungguminasa   Gowa --Via JNE No.Resi: 1000029405311

Miss. Lia -- Dot -- Jl.raya No...Sumpiuh Rumah Makan Pinggir Kali Sumpiuh  Purwokerto --Via JNE No.Resi: 1847554000006

Miss.Rita Puji A -- Kandang --Jl.Tanah Baru RT.../RW... Harja Mekar   Cikarang Utara  --Via JNE No.Resi: 000001036980

Mrs. Linda  -- Jl. Merdeka No...  Watansopeng --Via JNE No.Resi: 1623761580001

Mr. Nashinda S -- Vitamin - Todopuli 6 BTN Puri Taman Sari Blok D1 No...   Makasar --Via JNE No.Resi: 1652592900009

Mr. M. Asep Shaefulloh -- Vitamin - Jl. Pb sudirman Gg... Puti  Jember --Via JNE No.Resi: 00002816011

Mr. Umar S -- Sentrat Kelinci  - Jl. KH.Wahid Hasyim Gg. Sungai RT../RW...Samarinda Utara  Samarinda  --Via JNE No.Resi: 100043574911

Mr. Sulaiman  -- Vitamin - Komplek Perum PT. Telkom Griya Membacang Blok... Banuayu  Muaraenim  --Via JNE No.Resi: 1738861470005

Mr. Taufik Rahman-- Suplemen - Kebun Raya Cibodas Cipanas  Cianjur  --Via JNE No.Resi: 00028872612

Mr. Tri Suryadi -- Vitamin - Minasa Indah Blok CNO...Sungguminas  Gowa --Via JNE No.Resi: 00017027311

Mr. Rinto Syahputra  -- Vitamin - Luwuk Jl. Sanau No... Luwuk Banggai  Banggai  --Via JNE No.Resi: 00002874811

Mr. Yudhi Permana -- Sentrat - Jl. Duyung Raya No...  Bangka Belitung  --Via JNE No.Resi: 1566304860003

Mr. Tjipto -- Botol Minum - Jl. Margomulyo ... Pergudangan Suri Mulia Permai Blok JJ... Surabaya --Via JNE No.Resi: 000001061143

Miss Tita Cleo  -- Vitamin Cair-- Jl. kelapa sawit III No... Utan Kayu Selatan  Jakarta --Via JNE No.Resi: 1632212110001

Miss. Rina D -- Suplemen - Jl. Danau Tambora 7 No... Jaya Sukma  Depok  --Via JNE No.Resi: 00088513812

Mr. Zaenal A -- Sentrat - Jl. Waru 34 Blok D No....Perum Margahayu Jaya Bekasi Timur   Bekasi --Via JNE No.Resi: 100036515411

Miss. Febriani R -- Vitamin - Mayaang Kumpul 3...Mayangan Wiradesa   Pekalongan --Via JNE No.Resi: 1607924630000

 

 

 

 

 

 

 

 

   
  • kidrabbit
  • kartunama
  • DEwasa
  • tamankelinci
  • farel
   
  • Rex
  • Seal Point
  • Black HL
  • Cardname
   

Random Info  

IMG_20150928_075346
Anakan Holand Lop
Rp550.000
hotot
Hotot induk
Rp300.000
kandang kelinci3
Kandang 10 Plong
Rp2.750.000
   

Organisasi Kelinci  

   

Data Kunjungan  

2424172
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
28
659
5539
8479
38011
33565
2424172

Forecast Today
792

5.76%
0.82%
0.71%
0.15%
0.03%
92.53%
Online (15 minutes ago):21
21 guests
no members

Your IP:54.198.221.13
   

Terjemahan  

English Afrikaans Albanian Arabic Armenian Azerbaijani Basque Belarusian Bulgarian Catalan Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Croatian Czech Danish Dutch Estonian Filipino Finnish French Galician Georgian German Greek Haitian Creole Hebrew Hindi Hungarian Icelandic Indonesian Irish Italian Japanese Korean Latvian Lithuanian Macedonian Malay Maltese Norwegian Persian Polish Portuguese Romanian Russian Serbian Slovak Slovenian Spanish Swahili Swedish Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Welsh Yiddish